Selasa 26 Jul 2022 19:20 WIB

Pencarian Kopda Muslimin Masih Dilakukan Tim Gabungan TNI/Polri

Tim gabungan TNI/Polri juga masih melakukan pendalaman terhadap asal usul senjata api

Rep: Bowo Pribadi/ Red: Muhammad Fakhruddin
Sejumlah anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang menggotong para tersangka pelaku penembakan istri anggota TNI sebelum dilaksanakan konferensi pers pengungkapan kasus penembakan yang digelar di lobi Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Senin (25/7).
Foto: Republika/Bowo Pribadi
Sejumlah anggota Resmob Satreskrim Polrestabes Semarang menggotong para tersangka pelaku penembakan istri anggota TNI sebelum dilaksanakan konferensi pers pengungkapan kasus penembakan yang digelar di lobi Mapolda Jawa Tengah, Semarang, Senin (25/7).

REPUBLIKA.CO.ID,UNGARAN -- Upaya untuk menemkan keberadaan Kopda Muslimin, oknum anggota TNI yang diduga menjadi otak Pelaku penembakan terhadap istrinya sendiri belum diambil alih oleh Kodam IV/Diponegoro.

‘Perburuan’ terhadap oknum anggota Batalyon Arhanud 15/DBY ini masih dilakukan tim gabungan Kodam IV/Diponegoro dan Polda Jawa Tengah yang dibentuk untuk mengungkap kasus ini.

Baca Juga

Perihal ini disampaikan oleh Kabid Humas Polda Jawa Tengah, Irjen Pol Iqbal Alqudusy, yang dikonfirmasi di Mapolres Semarang, di Ungaran, kabupaten Semarang, Selasa (26/7/2022).

Menurut Iqbal, upaya untuk mencari keberadaan Kopda Muslimin --yang hingga kasusnya telah diungkap masih menghilang-- terus dilakukan oleh tim gabungan TNI/Polri.

“Saya jelaskan, upaya untuk menemukan keberadaan yang bersangkutan masih dilakukan oleh tim gabungan Polda Jawa Tengah bersama dengan Kodam IV/Diponegoro,” jelasnya kepada wartawan.

Saat ditanya apakah Kopda Muslimin masih berada di Jawa Tengah atau sudah ‘lari’ ke luar daerah, kabid humas menegaskan, informasi tersebut merupakan teknis yang belum dapat diungkapkannya secara lebih detil.

Yang pasti langkah- langkah untuk menemukan yang terduga ‘dalang’ penembakan terhadap Rina Wulandari (34) tersebut masih terus diupayakan dan dilakukan bersama- sama oleh tim gabungan.

Seperti halnya yang disampaikan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam jumpa pers pengungkapan kasus penembakan terhadap istri anggota TNI, Senin (25/7) kemarin, yang bersangkutan diminta untuk segera menyerahkan diri sebelum tim gabungan bertindak lebih tegas.

“Kita masih berharap yang bersangkutan(Kopda Muslimin) mau dan bersedia menyerahkan diri kepada tim gabungan, sehingga pengungkapan kasus ini akan semakin terang benderang,” tambah Iqbal.

Selain mencari keberadaan Kopda Muslimin, lanjutnya, tim gabungan TNI/Polri juga masih melakukan pendalaman terhadap asal usul senjata api yang digunakan oleh eksekutor (pelaku penembakan).

“Termasuk dari mana senjata api --yang dijual kepada pelaku tersebut-- didapatkan juga masih terus ditelusuri dan akan Diungkap oleh tim gabungan,” tandasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement