Jumat 16 Sep 2022 07:44 WIB

LPOI Diharapkan Glorifikasi Narasi Perdamaian dan Persatuan

Said Aqil Siradj meminta kepada umat untuk waspada terhadap ancaman politisasi agama.

Said Aqil Siradj
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Said Aqil Siradj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Keberadaan Lembaga Persahabatan ormas Islam (LPOI) dinilai cukup penting dan menjadi mitra strategis bagi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT). Hal itu dikarenakan terorisme adalah musuh agama dan musuh negara.

"Harapan saya LPOI  ini akan menjadi mitra strategis dan insya allah abadi. Kenapa? Karena LPOI  ini kalau di dalam kontek kebijakan BNPT masuk dalam kebijakan pentahelix, yaitu dalam penanggulangan terorisme harus melibatkan multi pihak, seluruh elemen masyarakat bangsa dan negara," ujar Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen Pol Ahmad Nurwakhid dalam sambutannya pada acara Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) LPOI dengan mengambil tema Memperkuat Persahabatan untuk Memperkokoh NKRI yang berlangsung di Hotel Santika Premier, Jakarta, Kamis (15/9/2022).

Dijelaskannya, dalam menerapkan kebijakan pentahelix ini pihak yang pertama tentunya adalah pemerintah yaitu Kementerian lembaga maupun Pemda. Lalu pihak kedua adalah akademisi, ketiga adalah pelaku usaha, keempat adalah media, dan yang kelima adalah masyarakat atau ormas seperti LPOI ini.

"Karena masyarakat sebagai salah satu pilar yang kami utamakan adalah ormas-ormas keagamaan dalam konteks ini adalah LPOI. Dan di dalam gugus tugas pemuka agama juga ada Lembaga Persahabatan Ormas Keagamaan (LPOK). Tentunya ini yang kami sinergiskan untuk itu,” ujar alumni Akpol tahun 1989 ini.

Oleh karena itu dirinya menyampaikan bahwa LPOI ini sangat berperan penting di dalam mengglorifikasikan  narasi-narasi cinta terhadap bangsa dan Tanah Air, perdamaian, persatuan, serta narasi mengenai pentingnya bagi masyarakat untuk mencintai sekaligus menghormati segala perbedaan yang ada di negeri ini demi menjaga keutuhan NKRI.

Oleh sebab itu, mantan Kabagbanops Detasemen Khusus (Densus) 88/ Anti Teror Polri berharap agar para Ketua Umum masing-masing ormas dan juga para tokoh agama yang tergabung di dalam LPOI ini bersedia memberikan masukan ataupun nasihat kepada BNPT dan Densus 88/AT Polri  terkait dengan pencegahan dan pemberantasan terorisme.

"Diharapkan para tokoh agama, terutama di LPOI, bersedia memberi masukan, nasihat, atau wejangan kepada BNPT. Dimana BNPT ini adalah hulunya untuk melakukan pencegahannya. Sedangkan Densus adalah eksekutor di dalam law enforcement atau penegakan hukum di bidang tindak pidana terorisme,” ucap mantan Kapolres Gianyar ini.

Selain itu dirinya juga berharap agar LPOI ini  dapat memberikan kontribusi yang produktif dan signifikan terhadap bangsa dan negara Indonesia.

"Tentunya juga LPOI ini akan kami libatkan untuk menjadi narasumber di dalam mengelorifikasi Islam yang rahmatan lil alamin. Dalam Glorifikasi untuk hubbul watton  minal iman, dalam mengglorifikasi untuk membangun harmonisasi Indonesia," ujarnya mengakhiri.

Sementara itu Ketua Umum LPOI, Prof KH Said Aqil Siradj dalam sambutannya meminta kepada umat untuk waspada terhadap ancaman politisasi agama dan politik identitas. Caranya, dengan membangun kesiapsiagaan nasional, deteksi dini dan mewaspadai gerakan dan atau organisasi yang melakukan perekrutan dan penggalangan suara yang membawa-bawa nama agama demi tujuan politik.

"Demikian halnya dengan menindak secara tegas berbagai bentuk dan upaya politisasi agama," ujar Kiai Said yang juga Ketua Umum LPOK ini.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement