Jumat 30 Sep 2022 05:15 WIB

Vaksinolog Minta Calon Jamaah Haji dan Umroh tidak Tunda Vaksinasi Meningitis

Hal ini agar jamaah mendapatkan waktu yang cukup untuk pembentukan antibodi.

Petugas kesehatan menunjukkan vaksin meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (29/9/2022). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung menyediakan sebanyak 100 hingga 400 dosis vaksin meningitis per hari yang diprioritaskan bagi jemaah umrah yang berangkat pada 10-31 Oktober 2022. Vaksinolog Minta Calon Jamaah Haji dan Umroh tidak Tunda Vaksinasi Meningitis
Foto: REPUBLIKA/ABDAN SYAKURA
Petugas kesehatan menunjukkan vaksin meningitis di Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung, Jalan Cikapayang, Kota Bandung, Kamis (29/9/2022). Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Kelas II Bandung menyediakan sebanyak 100 hingga 400 dosis vaksin meningitis per hari yang diprioritaskan bagi jemaah umrah yang berangkat pada 10-31 Oktober 2022. Vaksinolog Minta Calon Jamaah Haji dan Umroh tidak Tunda Vaksinasi Meningitis

IHRAM.CO.ID, JAKARTA -- Vaksinolog Dirga Sakti Rambe meminta calon jamaah baik haji maupun umroh tidak menunda melakukan vaksinasi meningitis agar memiliki waktu cukup untuk pembentukan antibodi.

"Calon jamaah yang sudah lunas pembayarannya, kalau sudah ada vaksinnya langsung saja daftar agar jamaah mendapatkan waktu yang cukup untuk pembentukan antibodi," ujar Dirga dalam webinar "Persiapan Haji dan Umrah dengan Vaksinasi Meningitis" yang diikuti secara daring di Jakarta, Kamis (29/9/2022).

Baca Juga

Ia mengemukakan, meningitis merupakan penyakit peradangan pada selaput otak yang disebabkan oleh bakteri Neisseria Meningitidis atau yang sering dikenal dengan meningokokus. "Pada dasarnya meningitis merupakan penyakit infeksi saluran pernafasan maka penularannya mirip dengan Covid-19," kata Dirga yang juga Dokter Spesialis Penyakit Dalam sekaligus pendiri Imuni.

Oleh karena itu, menurut dia, vaksinasi meningitis sangat penting bagi jamaah mengingat pelaksanaan haji maupun umroh akan membuat berkumpulnya banyak orang dari berbagai negara yang dapat meningkatkan risiko penyebaran infeksi meningitis.

"Haji dan umroh mengumpulkan jutaan orang bersama-sama, berisiko IMD (Invasive Meningococcal Disease). IMD adalah penyakit menular dengan peningkatan risiko wabah di kerumunan dan tempat tertutup," katanya.

Ia mengingatkan jamaah haji kemungkinan menjadi pembawa dan menyebarkan IMD di komunitas lokal mereka. Oleh karena itu, mengurangi pengangkutan bakteri sangat penting untuk mencegah penularan.

Ia menyarankan, penggunaan vaksin kuadrivalen konjugasi bagi jamaah haji dan umroh akan bermanfaat karena berpotensi mengurangi transmisi dengan mencegah atau membersihkan bakteri. "Oleh karena itu segera vaksinasi. Di lapangan saat ini vaksin meningitis dari berbagai merek kondisinya juga terbatas," ujarnya.

Secara terpisah, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan Maxi Rein Rondonuwu mengatakan membutuhkan waktu pelaksanaan normalisasi ketersediaan vaksin Meningitis Meningokokus di dalam negeri hingga Januari 2023.

"Normalisasi stok vaksin Meningitis Meningokokus (MM) akan berlangsung setidaknya hingga Januari 2023," katanya.

Ia mengatakan, kelangkaan vaksin meningitis di Indonesia saat ini karena produsen Vaksin MM yang telah memperoleh izin edar dari BPOM tidak bisa melanjutkan produksi untuk kelompok Vaksin ACM135 Meningococcal Polysaccharide. Menurut Maxi, situasi itu terjadi karena sedang dalam proses pemenuhan Corrective Action and Preventive Action (CAPA) prekualifikasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement