Ahad 06 Nov 2022 23:09 WIB

Bawaslu Magetan Gandeng FKUB

Bawaslu menggandeng semua stakeholder organisasi kemasyarakatan.

Bawaslu Magetan Gandeng FKUB (ilustrasi).
Foto: republika/mgrol100
Bawaslu Magetan Gandeng FKUB (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,MAGETAN -- Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Magetan, Jawa Timur menggandeng Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) dan Pemuda Lintas Agama (PELITA) setempat guna mencegah munculnya politik identitas SARA yang rawan terjadi pada perhelatan Pemilihan Umum (Pemilu) 2024.

Ketua Bawaslu Magetan Hendrad Subyakto mengatakan sebagai penyelenggara pemilu yang bertugas sebagai penegak hukum dan pengawas Pemilu, Bawaslu setempat merangkul para tokoh lintas agama untuk bersama-sama menyukseskan dan mewujudkan Pemilu 2024 yang berkualitas.

"Dalam melaksanakan tugas sebagai pengawas pemilu, Bawaslu menggandeng semua stakeholder organisasi kemasyarakatan yang ada di Kabupaten Magetan, tak terkecuali tokoh-tokoh lintas agama yang tergabung dalam FKUB dan Pemuda Lintas Agama (PELITA) Magetan," ujar Hendrad di Magetan, Ahad (6/11/).

Menurut dia, ada banyak potensi konflik yang mengkhawatirkan sehingga perlu dilaksanakan pencegahan sejak dini demi kelancaran Pemilu 2024.

Adapun hal yang dimaksud di antaranya adalah keberadaan praktik politik identitas SARA dan politik uang.

Dengan adanya silahturahmi dengan pihak-pihak ormas tersebut diharapkan ada formasi kerja sama yang tepat antara Bawaslu dan tokoh-tokoh lintas agama untuk meminimalisir permasalahan yang berpotensi terjadi pada Pemilu yang akan datang.

Adapun, politik identitas adalah alat politik yang digunakan oleh suatu kelompok tertentu seperti etnis, suku, budaya, agama, atau yang lainnya untuk maksud tertentu, misalnya sebagai bentuk perlawanan ataupun sebagai alat untuk menunjukkan jati diri suatu kelompok tersebut secara ekstrim.

Upaya tersebut bertujuan untuk mendapat dukungan dari orang-orang yang merasa "sama", baik secara ras, agama, maupun elemen perekat lainnya.

Pihak Bawaslu Magetan terus mengantisipasi potensi kerawanan konflik politik tersebut dengan melibatkan ormas lainnya, guna menciptakan tahapan Pemilu 2024 aman dan damai di Magetan yang saat ini mulai berlangsung.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement