Selasa 22 Nov 2022 20:39 WIB

Pemkot Pekalongan Minta Masyarakat Kenali Gejala Bencana

Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala bencana.

Pemkot Pekalongan Minta Masyarakat Kenali Gejala Bencana (ilustrasi).
Foto: ANTARA/Yulius Satria Wijaya
Pemkot Pekalongan Minta Masyarakat Kenali Gejala Bencana (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID,PEKALONGAN -- Pemerintah Kota Pekalongan, Jawa Tengah, meminta pada masyarakat mengenali gejala bencana karena saat ini sudah memasuki puncak musim hujan yang disertai angin kencang.

Wali Kota Pekalongan Afzan Arslan Djunaid mengatakan fenomena hujan yang disertai angin kencang memang masih sering terjadi sehingga masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan terhadap gejala bencana.

Baca Juga

"Kami mengimbau tetap waspada terhadap terjadinya bencana, baik itu kejadian genangan banjir, tanah longsor, maupun pohon tumbang. Kita tidak tahu kapan akan terjadi bencana sehingga perlu untuk mengenali gejala bencana," katanya, Selasa (22/11/2022).

Meski intensitas hujan di daerah saat ini tidak separah pada tahun sebelumnya, semua pihaknya harus meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana, terutama banjir.

Dikatakan, hingga saat ini antisipasi bencana dari kesiapan infrastruktur pengendali banjir seperti pembangunan tanggul, stasiun pompa, dan perbaikan jalan terus dilakukan oleh pemkot sebagai upaya mengurangi dampak bencana.

Selain itu, kata dia, warga harus bisa mengenali potensi bencana, seperti banjir dan tanah longsor, saat terjadi turun hujan.

"Kami mengingatkan warga memonitor lingkungan sekitar dan tidak tidur lebih awal, apalagi terjadi hujan lebat, terutama di wilayah rawan banjir," kata Afzan Arslan Djunaid.

Bagi warga yang berada di dataran tinggi, kata dia, untuk bisa memonitor jika ada gejala retakan tanah maupun jalan agar segera berkoordinasi dengan instansi terkait untuk segera dilakukan penanganan.

"Warga bisa laporan ke RT dan melaporkannya kejadian tersebut untuk segera ditangani. Kami mengajak masyarakat gotong royong peduli lingkungan agar meminimalisasi dampak risiko potensi bencana," katanya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement