Ganjil Genap di Bandung, 650 Kendaraan di Putar Balik

Jumat , 17 Sep 2021, 23:26 WIB Reporter :Muhammad Fauzi Ridwan/ Redaktur : Muhammad Hafil
Petugas gabungan mengatur lalu lintas saat pemberlakuan ganjil genap di gerbang keluar Tol Pasteur, Kota Bandung, Jumat (3/9). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung memberlakukan sistem ganjil genap di lima akses tol masuk Kota Bandung yang berlaku mulai Jumat (3/9) hingga Ahad (5/9), dengan tujuan untuk menekan mobilitas masyarakat guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di masa PPKM. Foto: Republika/Abdan Syakura
Petugas gabungan mengatur lalu lintas saat pemberlakuan ganjil genap di gerbang keluar Tol Pasteur, Kota Bandung, Jumat (3/9). Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung bersama Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polrestabes Bandung memberlakukan sistem ganjil genap di lima akses tol masuk Kota Bandung yang berlaku mulai Jumat (3/9) hingga Ahad (5/9), dengan tujuan untuk menekan mobilitas masyarakat guna meminimalisir penyebaran Covid-19 di masa PPKM. Foto: Republika/Abdan Syakura

IHRAM.CO.ID,BANDUNG- Sebanyak 650 kendaraan non Bandung yang hendak menuju ke Kota Bandung melalui gerbang tol Pasteur diputar balik saat penerapan ganjil genap di akhir pekan, Jumat (17/9). Total sebanyak 26 ribu kendaraan yang hendak memasuki Kota Bandung telah dilakukan pemeriksaan oleh petugas.

 

Terkait

"Jadi dari mulai jam 6 pagi sampai sekarang pukul 16.30 kita lakukan kegiatan ganjil genap untuk pembatasan mobil yang masuk ke Kota Bandung. Dari jumlah yang masuk, sudah terdata sekitar 26 ribu sekian yang masuk, dan kita sudah putarkan kurang lebih 650 kendaraan balik ke Jakarta," ujar Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Aswin Sipayung, Jumat (17/9).

Baca Juga

Ia menuturkan, petugas melakukan pengecekan terhadap kendaraan hingga pukul 21.00 Wib. Aswin melanjutkan, mobilitas kendaraan saat ini mengalami penurinan dibandingkan dengan pekan kemarin.

"Untuk dibandingkan weekend yang lalu, dibandingkan dengan sekarang yang sedang kita laksanakan itu sudah ada penurunan kurang lebih 40 persen dari data yang minggu lalu," katanya.

Ia mengatakan, kendaraan yang memasuki Kota bandung mayoritas untuk berwisata. Namun terdapat juga warga yang tinggal di Kota Bandung dan sebagian hanya untuk melintas.

"Pasti kebanyakan ke Bandung itu wisata, tapi tidak sedikit juga yang tinggal di Bandung dan lewatin Pasteur," katanya.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini