Keutamaan Tauhid dalam Manasik Haji

Senin , 27 Sep 2021, 13:31 WIB Reporter :Ali Yusuf/ Redaktur : Muhammad Hafil
 Keutamaan Tauhid dalam Manasik Haji. Foto: Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)
Keutamaan Tauhid dalam Manasik Haji. Foto: Jamaah haji sedang wukuf di Arafah (Ilustrasi)

IHRAM.CO.ID, JAKARTA--Tauhid selalu menjadi misi utama dalam dakwah para Nabi dan Rasul-Nya. Ibadah haji menjadi jalan mendakwahkan kalimat dan  sekaligus memurnikannya dalam rangkaian manasik haji.

 

Terkait

H. Sudarisman Ahmad dalam tulisannya Haji dan Tauhid mengatakan, di antara keutamaan yang dijanjikan untuk orang yang tulus dalam kalimatul ikhlash ini ialah, pertama akan dihapus dosa-dosanya. Rasulullah SAW bersabda, Allah Yang Mahasuci dan Mahatinggi berfirman:

Baca Juga

“...Wahai bani Adam, seandainya engkau datang kepadaKu dengan dosa sepenuh bumi, kemudian engkau bertemu denganKu pada hari kiamat dalam keadaan tidak menyekutukan Aku dengan sedikit pun juga, pasti Aku akan memberikan kepadamu ampunan sepenuh bumi pula.” (HR. Tirmidzi).

Kedua, akan mendapatkan petunjuk yang sempurna, dan kelak di akhirat akan mendapatkan rasa aman. Dalam surah Al-An'aam Allah berfirman yang artinya:

“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka itulah orang-orang yang mendapat rasa aman dan mereka mendapat petunjuk.”

Ketiga, orang yang paling bahagia dengan syafaat Nabi Muhammad SAW, beliau bersabda:  “Orang yang paling bahagia dengan syafaatku pada hari kiamat adalah orang yang mengucapkan ‹La ilaha illallah› secara tulus dari dalam jiwanya.” (HR. Bukhari).

Keempat Sudarisman mengatakan, orang yang memiliki Tauhid kokoh akan dijamin masuk Surga. Rasulullah SAW bersabda:

“Barang siapa yang mati dan ia mengetahui bahwa tidak ada ilah yang berhak disembah dengan benar melainkan Allah, maka ia masuk Surga.”(HR. Muslim).

Kelima akan bertemu dengan Allah yang disembah selama di dunia. Dalan surah Al-Kahfi ayat 110 Allah  berfirman yang artinya:

“Katakanlah: “Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku, ‘Bahwa sesungguhnya sembahan kalian adalah sembahan Yang Esa’. Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya.”

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini